[THINGS TO DO] Fakta, Tips & Saran Jalan-Jalan di Jogjakarta

Jogjakarta dengan segala keramahannya mampu membuat semua orang terpesona bahkan sebelum sempat mengunjunginya. Banyak orang yang sudah mengunjungi Jogjakarta merasa ingin kembali lagi untuk menikmati keindahan dan keramahannya, termasuk saya. Tetapi Jogjakarta tetaplah sebuah daerah di Indonesia yang jauh dari tempat asal kita dan mungkin banyak dari kita bingung bagaimana memulai mempersiapkan kunjungannya ke Jogjakarta. Dalam posting-an kali ini, saya coba untuk membagikan fakta, tips dan saran tentang Jogjakarta berdasarkan pengalaman saya.

Jogjakarta dan Segala Keramahannya

Jogjakarta dihuni oleh orang-orang yang tidak perlu diragukan keramahannya. Jika Anda termasuk orang yang suka ngobrol atau berbicara, mungkin Jogjakarta menjadi tempat yang sangat cocok untuk Anda kunjungi dalam hal bersosialisasi. Anda akan menemukan banyak orang yang ramah dan mengajak Anda bicara tanpa henti di mana-mana. Contoh paling nyata yang sudah saya alami adalah dengan supir taksi. Ketika Anda ke Jogjakarta, Anda seakan “diwajibkan” menjadi orang yang ramah juga.

Wisata Sejarah & UNESCO World Heritage

Salah satu alasan kenapa Jogjakarta disebut sebagai kota pelajar adalah karena ada cukup banyak tempat wisata sejarah di sana, kita sebut saja Candi Pawon, Candi Mendut, dan Candi Ratu Boko. Selain itu, Candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban dunia dan Candi Prambanan yang berada tidak jauh dari kota Jogjakarta juga merupakan situs peninggalan budaya bersejarah yang terdaftar di UNESCO.

Batik Asli Jogjakarta

Jogjakarta merupakan salah satu daerah produsen batik di Indonesia. Meskipun demikian, Anda jangan sampai salah memilih batik, karena batik ada yang asli ditulis, namun ada pula yang menggunakan teknologi printing. Salah satu produsen batik tulis asli di Jogjakarta adalah Batik Luhung. Anda bisa juga melihat secara langsung proses pembuatan batik Jogjakarta di sini. Kisaran harga batik tulis asli ini adalah 300.000-600.000. Meskipun mahal, batik tulis asli Jogjakarta memiliki kualitas yang sangat baik.

Hotel Indoluxe yang Nyaris Sempurna

Jika Anda memiliki budget lebih saat mengunjungi Jogjakarta, Anda boleh mencoba untuk menginap di Hotel Indoluxe. Saya sudah mencoba untuk menginap di sana, dan secara keseluruhan Hotel Indoluxe memiliki fasilitas dan kualitas yang nyaris sempurna. Kamar yang bersih dan modern, kolam berenang di rooftop hotel, dan buffet dinner di Nirvana Pool & Lounge juga di rooftop dengan live music. Suasana di sekitar hotel juga sepi, sangat cocok untuk Anda yang ingin menikmati libur dengan ketenangan.

Makanan Pinggir Jalan Jogjakarta

Jogjakarta selain terkenal sebagai kota pelajar, juga terkenal sebagai kota yang memiliki banyak angkringan. Angkringan dan makanan pinggir jalan tidak pernah terlepas dari kota Jogjakarta, kita sebut saja angkringan di Jalan Malioboro dan Sentra Gudeg. Makanan pinggir jalan di Jogjakarta menawarkan harga yang terjangkau dan rasa yang sesuai. Artinya, dengan membayar murah, kualitas yang didapatkan tentu saja kadang tidak sesuai ekspektasi. Namun, setidaknya rasa yang ditawarkan masih bisa diterima oleh lidah.

Ayam Goreng Pak Parman yang Endes

Dalam perjalanan menuju Gua Pindul, tepatnya di kecamatan Wonosari, Anda akan menemukan Rumah Makan Ayam Goreng Pak Parman. Anda sangat saya rekomendasikan untuk mencoba makanan ini, makanan yang belum tentu ada di tempat lain, dan rasanya tidak perlu Anda ragukan lagi.

Selalu Gunakan Sepatu yang Nyaman

Ada banyak tempat wisata di Jogjakarta yang merupakan wisata alam. Wisata alam seringkali memiliki medan yang tidak terduga. Untuk Anda yang berencana mengunjungi Jogjakarta, sebaiknya Anda menggunakan sepatu yang nyaman untuk menaklukan medan-medan di wisata alam Jogjakarta. Jangan gunakan sandal yang tidak nyaman digunakan untuk perjalanan jauh atau medan yang terjal, apalagi menggunakan sandal jepit.

Jangan Lupa Bawa Jaket

Karena Jogjakarta memiliki banyak wisata alam, maka faktor cuaca juga sangat berpengaruh pada keberhasilan perjalanan Anda. Oleh karena itu, jaket adalah semacam “jimat” bagi Anda yang hendak traveling ke tempat wisata alam seperti Jogjakarta. Selain itu, “jimat-jimat” lainnya seperti payung atau jas hujan bisa juga Anda pertimbangkan untuk Anda bawa. Tetapi, saya pribadi tidak pernah membawa payung atau jas hujan, biasanya saya hanya membawa jaket dan doa saja supaya perjalanan saya berjalan lancar.

Baca Juga:

[JOGJA TRIP – DAY 1 – 05.11.2016] Jogjakarta: Ramah, Santai, Ekonomis & Selalu Ku Rindukan

[ITINERARY] Ringkasan Itinerary & Biaya Perjalanan Jogjakarta 7D7N (5-11 November 2016)

[PLACES TO GO] Tempat-Tempat Wisata di Jogjakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *