[JOGJA TRIP – DAY 3 PART 2 – 07.11.2016] Pinggiran Kota: Tempat Yang Selalu Menghadirkan Decak Kagum

Berpose di atas pelampung sebelum cave tubing di Gua Pindul, Jogjakarta, 07 November 2016, 14.00 WIB

Gua Pindul: Tambahan Wawasan & Pengalaman Langka

Kami melanjutkan perjalanan menuju Gua Pindul, perjalanan dari Candi Ratu Boko ditempuh kurang lebih 30-45 menit. Sebelum sampai di Gua Pindul, kami mampir dulu ke tempat makan di Kecamatan Wonosari bernama Ayam Goreng Pak Parman. Tempat makan ini menjual ayam goreng kampung yang luar biasa. Rasanya enak, dagingnya empuk, sambalnya juga enak. Perfecto!

Sesampainya di Gua Pindul, setelah berganti pakaian dan mengenakan pelampung baju, kami diantar menuju lokasi dengan menggunakan mobil pick up sambil membawa pelampung sebagai bagian dari perlengkapan untuk melakukan cave tubing.

Sesampainya di tempat cave tubing, kami berdoa terlebih dahulu supaya perjalanan kami berjalan lancar dan dilindungi oleh Tuhan. Sebagai informasi, lokasi Gua Pindul berada di daerah pemukiman warga sehingga ketika perjalanan menuju lokasi kita akan disuguhkan dengan pemandangan rumah-rumah warga sekitar.

Tampak dari luar Gua Pindul, Jogjakarta, 07 November 2016, 14.00 WIB

Sesampainya di lokasi, kami mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan cave tubing kami. Ban-ban kami dikaitkan satu dengan yang lain dengan tali dengan tujuan agar kami tidak terpisah. Selama perjalanan cave tubing, guide yang membawa kami menjelaskan tentang apa yang menarik di Gua Pindul. Gua Pindul adalah gua yang di dalamnya dihuni oleh kelelawar pemakan buah-buahan. Di dalam Gua Pindul, terdapat genangan air yang mana di atas permukaan air inilah kami melakukan cave tubing.

Kedalaman air di Gua Pindul sangat beraneka ragam, mulai dari hanya 30cm hingga di dalam ada yang mencapai 12m. Pada saat awal masuk ke dalam gua, kondisi tidak terlalu gelap dan masih lebar. Semakin masuk ke dalam, kondisi semakin gelap. Hingga sampai pada suatu zona yang amat gelap dimana tidak ada pencahayaan sama sekali. Pada zona inilah kedalaman air mencapai 12m dan pada zona ini juga, jalur menyempit pada kelebaran 1m saja. Kemudian setelah berjalan lagi, kondisi akan semakin terang karena sudah mau keluar gua.

Di dalam gua banyak hal yang dijelaskan oleh guide. Di dalam ada batu yang terbentuk seperti (maaf) alat kelamin pria. Mitos yang beredar apabila kita memegang batu tersebut maka keperkasaan kita akan menambah. Di seberang batu tersebut, ada pula stalaktit yang meneteskan air dimana mitos yang beredar apabila air tersebut mengenai wajah wanita maka akan cantik terus menerus.

Tampak dari dalam Gua Pindul, Jogjakarta, 07 November 2016, 14.00 WIB

Setelah itu, kita akan masuk pada zona tempat yang ditinggali oleh kelelawar. Di tempat ini akan banyak kita temukan kelelawar bergelantungan dan beterbangan. Namun, tenang saja karena kelelawar ini pemakan buah-buahan maka mereka tidak akan mengganggu kita. Berjalan sedikit lagi dari zona kelelawar, kita akan sampai pada suatu tempat dimana ada lobang besar pada langit-langit goa.

Mitos yang beredar, pada zaman dulu, di tempat inilah bidadari khayangan dari surga turun ke bumi. Setelah itu, cave tubing selesai.

Berpose usai cave tubing di Gua Pindul, Jogjakarta, 07 November 2016, 14.30 WIB

Seusai melakukan cave tubing, kami dibawa kembali dengan mobil pick up ke tempat parkir mobil kami. Di sana sudah disediakan kamar mandi, kami mandi dan melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Indrayanti. Perjalanan dari Gua Pindul ke Pantai Indrayanti bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Landscape Pantai Indrayanti, Jogjakarta, 07 November 2016, 16.00 WIB

Pantai Indrayanti: Semilir Angin di Pinggiran Kota

Sesampainya di Pantai Indrayanti, kami tidak bermain pasir atau bermain air laut layaknya orang-orang bila berkunjung ke pantai. Kami hanya mengambil beberapa foto dari tepi pantai. Setelah itu kami naik ke suatu tebing di pinggir pantai untuk menikmati angin laut dari atas dan juga mengambil beberapa foto dari atas. Sebagai informasi untuk naik ke atas, kita dikenakan biaya Rp 10.000 jika saya tidak salah ingat.

Pemandangan yang disuguhkan dari atas sangat indah, seperti yang saya tulis di judul, menghadirkan decak kagum.

Berpose dari atas bukit di Pantai Indrayanti, Jogjakarta, 07 November 2016, 16.00 WIB

Seselesainya dari Pantai Indrayanti kami kembali ke kota Jogjakarta, dimana sebelumnya kami mampir dulu di suatu tempat makan di daerah Bukit Bintang. Di sana saya makan Nasi Soto Daging, Jamur Goreng Tepung, dan Mie Godog. Rasa makanannya enak, tetapi juga tidak cukup membuat saya menginginkannya lagi. Yang berbeda adalah pemandangan yang disuguhkan dari atas sini.

Gemerlap kota Jogjakarta dari atas bisa kita lihat dari sini sambil menikmati semilir angin malam. Menenangkan sekali.

Pemandangan kota Jogjakarta dari Bukit Bintang, 07 November 2016, 18.30 WIB

Jalan Malioboro Yang Terkenal Banget

Setelah makan, kami diantarkan kembali ke hotel. Setelah kami istirahat sebentar dan mandi, kami melanjutkan perjalanan kami dengan berjalan-jalan di sepanjang Jalan Malioboro yang terkenal di seluruh Indonesia itu. Sebelum berjalan-jalan kami sempat makan nasi gudeg di salah satu angkringan di Jalan Malioboro dengan harga Rp 15.000/porsi. Kami juga menemukan pengamen jalanan keren yang memiliki alat musik lengkap dan suara bagus, dimana tentu saja tidak bisa saya temukan di tempat tinggal saya. Seusai berjalan-jalan di Jalan Malioboro, kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Pengamen di Jalan Malioboro, Jogjakarta, 07 November 2016, 20.00 WIB

Sumber Foto: Koleksi pribadi, diambil dengan Kamera Samsung WB350 milik teman saya dan Kamera Belakang Iphone 6+.

 

Itinerary & Biaya Perjalanan: Ringkasan Itinerary & Biaya Perjalanan Jogjakarta 7D7N (5-11 November 2016)

Baca Juga:

[JOGJA TRIP – DAY 3 PART 1 – 07.11.2016] Nikmatnya Suasana Candi Prambanan

[JOGJA TRIP – DAY 4 PART 1 – 08.11.2016] Batik Jogja: Wawasan Baru, Salut!

Tips & Saran Jalan-Jalan di Jogjakarta

Tempat-Tempat Wisata di Jogjakarta

TRAVEL as MUCH, as FAR, as LONG as YOU CAN. LIFE’s not MEANT to be LIVED in ONE PLACE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *