[JOGJA TRIP – DAY 3 PART 1 – 07.11.2016] Nikmatnya Suasana Candi Prambanan

Candi Prambanan, Jogjakarta, 07 November 2016, 10.00 WIB

Candi Prambanan: Lagi, Nostalgia Masa Kecil Dengan Bersepeda

Sebelum saya menulis tentang Candi Prambanan, saya akan sedikit menambahkan dulu apa yang saya lakukan setelah selesai dari Candi Borobudur.

Usai dari Candi Borobudur, kami kembali ke Jogjakarta dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam menggunakan mobil. Pada malam kedua, kami menginap di Zest Hotel yang beralamat di Jalan Gajah Mada No. 28, Jogjakarta. Sesampainya di hotel, kami check-in, beristirahat sebentar dan mandi.

Sekitar pukul 20.00 WIB, kami meluncur kembali untuk makan malam. Kali ini kami diajak untuk makan Gudeg yang menurut guide kami, tempat tersebut merupakan Sentra Gudeg di Jogjakarta, terbukti sepanjang jalan tempat kami makan tersebut banyak penjual gudeg. Tapi, maafkan abang yang sudah lelah ini, karena bener-bener lupa nama jalan dan nama tempat makannya.

Ketika saya berkunjung ke Jogjakarta, saya baru tau bahwa gudeg ada beberapa macam, ada yang kering dan basah, potongannya juga ada yang besar dan kecil. Selama ini, yang saya tau, pernah lihat dan pernah makan, gudeg sudah pasti basah dan potongan buah nangkanya besar-besar.

Saya selalu setuju bahwa traveling itu bukan melulu tentang menghamburkan uang, tetapi juga tentang menambah wawasan. Saya sudah banyak membuktikan kebenaran dari slogan ini.

Soal rasa, tidak perlu diragukan lagi. Gudeg yang saya makan rasanya enak, tidak terlalu manis sehingga tidak membuat eneg karena saya juga bukan tipe orang yang menyukai rasa manis. Usai makan, kami melanjutkan perjalanan ke Kompleks Keraton dan Alun-Alun Selatan yang mana situasinya ramai. Selain itu, kami juga sempat ke toko yang menjual batik di Kompleks Keraton, meskipun hanya melihat-lihat. Namun, karena kami sudah lelah berjalan seharian, kami hanya berkeliling dari dalam mobil, tidak turun dari mobil. Saya tidak mengambil foto saat kami di Alun-Alun selatan, Kompleks keraton, maupun saat makan di Sentra Gudeg.

Berpose dalam kompleks Candi Prambanan, Jogjakarta, 07 November 2016, 10.30 WIB

Kembali ke topik yang sesungguhnya, pada hari ketiga, kami mengunjungi Candi Prambanan. Candi Prambanan terletak tidak jauh dari kota Jogjakarta. Perjalanan dari hotel ke Candi Prambanan ditempuh kurang lebih 30 menit saja. Sesampainya di kompleks Candi Prambanan, kami menunggu sebentar sementara guide kami mengurusi masalah administrasi agar kami bisa masuk. Dalam tour kami, semua tiket masuk tempat wisata sudah termasuk di dalam biaya tour kami. Kondisi cuaca hari itu cukup terik.

Setelah masuk, kami berjalan menuju Candi Prambanan. Candi Prambanan tidak sama seperti Candi Borobudur yang terdiri hanya 1 bangunan candi yang besar. Candi Prambanan terdiri dari beberapa bangunan candi dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Ketika itu saya juga tidak menghitung jumlah candinya, mungkin ada sekitar 5 candi.

Uniknya, Candi Prambanan, di pinggir kompleksnya terdapat batu-batu candi yang tidak terpasang pada bangunan candi, tetapi saya juga tidak tau pasti kenapa bisa begitu. Ntah sebelumnya memang ada lebih dari 5 candi atau ada bagian-bagian tertentu yang dilepas batu-batunya. Tidak banyak yang bisa diabadikan, karena memang kompleksnya tidak terlalu besar, kemudian kami keluar.

Berjalan di bawah rindangnya pohon di kompleks Candi Prambanan, Jogjakarta, 07 November 2016, 11.00 WIB

Kami berjalan sebentar menikmati angin semilir dan rindangnya pohon-pohon besar yang ada di sana. Kemudian, kami bersepeda mengelilingi tempat lain yang belum kami kunjungi. Sewa sepeda di sana dihargai Rp 20.000 untuk 30 menit, namun kita hanya boleh bersepeda pada track sepeda yang sudah disediakan.

Sudah lama saya tidak bersepeda, menikmati suasana dengan bersepeda di sana, lagi-lagi mengingatkan saya pada masa kecil saya. Menyenangkan sekali.

Bersepeda di bawah rindangnya pohon di kompleks Candi Prambanan, Jogjakarta, 07 November 2016, 11.00 WIB

Setelah bersepeda, kami mampir sebentar ke toko souvenir di sana untuk melihat-lihat, kemudian mampir ke tempat makan di sana untuk membeli air minum, karena cuaca yang panas sehingga membuat kami cukup haus. Setelah itu, kami berjalan keluar untuk melanjutkan perjalanan kami ke Candi Ratu Boko. Sebagai informasi, Candi Ratu Boko sebenarnya bisa ditempuh dari dalam Candi Prambanan menggunakan shuttle bus yang sudah disediakan. Namun, karena satu dan lain hal, kami memilih menuju ke sana dengan menggunakan mobil dari tour kami.

Hamparan hijau di kompleks Candi Ratu Boko, Jogjakarta, 07 November 2016, 12.30 WIB

Candi Ratu Boko: Keindahan Indonesia Yang Lain

Candi Ratu Boko juga tidak terlalu luas. Tidak cukup membuat saya terpesona layaknya Candi Borobudur, tetapi tetap saja akan ada wawasan baru yang saya dapatkan ketika berkunjung ke tempat-tempat yang baru pula.

Hamparan hijau yang terdapat di dalam Candi Ratu Boko adalah salah satu pemandangan yang membuat saya kagum.

Ya, kagum karena tidak ada hamparan hijau di tempat saya tinggal. Sebenarnya di Candi Ratu Boko kita dapat menikmati sunset pada sore hari, momen yang terpaksa kami lewatkan karena kami berkunjung pada siang hari. Di jalan menuju Candi Ratu Boko juga banyak orang yang akan menawarkan es kelapa muda.

Berpose di Candi Ratu Boko, Jogjakarta, 07 November 2016, 12.30 WIB

Setelah itu, kami keluar untuk melanjutkan perjalanan kami ke Gua Pindul dan Pantai Indrayanti.

 

Sumber Foto: Koleksi pribadi, diambil dengan Kamera Samsung WB350 dan Kamera Belakang Iphone 6+.

 

Itinerary & Biaya Perjalanan: Ringkasan Itinerary & Biaya Perjalanan Jogjakarta 7D7N (5-11 November 2016)

Baca Juga:

[JOGJA TRIP – DAY 2 PART 2 – 06.11.2016] Candi Borobudur: A New Insight & Perspective

[JOGJA TRIP – DAY 3 PART 2 – 07.11.2016] Pinggiran Kota: Tempat Yang Selalu Menghadirkan Decak Kagum

Tips & Saran Jalan-Jalan di Jogjakarta

Tempat-Tempat Wisata di Jogjakarta

TRAVEL as MUCH, as FAR, as LONG as YOU CAN. LIFE’s not MEANT to be LIVED in ONE PLACE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *