[JOGJA TRIP – DAY 5 & 6 – 09-10.11.2016] Menikmati Libur & Bertemu Teman Lama. Ahh, That’s My Day!

Makanan di pinggir Jalan Gajah Mada seharga Rp 10.500 , 09 November 2016, 08.00 WIB

Murahnya Jogja

Keesokan harinya, kami sudah tidak lagi ikut tour, berarti kami bebas melakukan apapun yang kami inginkan. Hari itu cuaca agak mendung namun tidak hujan. Hari itu saya sudah janji dengan teman lama saya untuk bertemu, sesuai pembicaraan kami sepakat untuk bertemu di Lippo Mall di dekat Bandara Adi Sucipto pada pukul 11.00 WIB.

Pagi harinya, saya sarapan dengan teman saya dulu dengan membeli nasi kucing dan kue di pinggiran Jalan Gajah Mada seharga Rp 10.500 untuk 2 bungkus nasi kucing dan 3 jenis kue pasar. Harga segitu sudah amat langka di Batam sehingga saya cukup terkejut ketika tau hanya cukup membayar Rp 10.500 saja.

Ekonomis sekali, cukup alasan untuk membuat saya ingin tinggal berlama-lama di sini.

Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, 09 November 2016, 10.30 WIB

Bertemu Teman Lama Dengan Status Baru

Saya berangkat ke sana dengan menggunakan taksi. Sebelum menuju ke Lippo Mall, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah Gereja Katolik di dekat Zest Hotel tempat saya menginap, ialah Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, di Jalan Senopati No.22, Jogjakarta. Saya tidak banyak melakukan hal di sini, saya hanya berdoa sebentar di dalam gereja, lalu mengambil beberapa foto, baik dari luar bangunan gereja, maupun dari dalam bangunan gereja. Tidak lupa juga saya mengambil foto Gua Maria yang berada di samping gereja. Berdasarkan prasasti yang ada di dalam gereja, gereja ini diberkati pada 3 Desember 1997 oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang ketika itu, Mgr. Ignatius Suharyo yang saat ini sudah menjabat sebagai Uskup Keuskupan Agung Jakarta.

Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan menuju Lippo Mall untuk bertemu dengan teman lama saya. Teman lama saya ini bukanlah teman sembarang teman. Beliau ialah seorang Frater dari Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC.), namanya adalah Fr. Shenly, SS.CC. Beliau adalah seorang teman yang dulu juga merupakan umat Paroki St. Petrus Lubuk Baja, Batam. Beliau merupakan mantan Putra Altar di paroki ini, namun memang ketika beliau aktif sebagai Putra Altar, saya belum menjadi Katolik. Namun, ketika saya aktif, beliau masih sering mengunjungi kota Batam.

Ketika itu, beliau masih mengenyam pendidikan di Seminari Menengah Stella Maris Bogor. Barangkali saya sudah tidak bertemu dengan beliau selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Altar Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, 09 November 2016, 10.30 WIB

Singkat cerita, kami banyak bercerita, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman seputar kehidupan kami masing-masing, tentang Gereja Katolik dari sudut pandangnya sebagai seorang Frater yang mana pasti berbeda ketika dulu beliau masih menjadi Seminaris. Kami melakukannya sambil makan di salah satu tempat makan di dalam Lippo Mall. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 14.00 WIB, akhirnya kami pamitan untuk kembali pada aktivitas kami masing-masing.

Mall & Pinggiran di Jogjakarta

Kembali ke hotel, saya menemukan teman saya masih tidur, karenanya saya juga tidur hari itu, didukung pula dengan cuaca yang sudah hujan. Bangun tidur sekitar jam 18.00 WIB, kami siap-siap untuk makan malam. Malam itu kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Hartono Mall terlebih dahulu. Tetapi saya agak kecewa ke sana, karena di sana tidak ada sesuatu yang menarik untuk saya lihat. Hanya ada toko-toko yang besar dengan brand mewah nan elit yang berharga mahal. Hartono Mall di Jogjakarta kurang lebih sama seperti Mall Grand Indonesia di Jakarta atau Mall Center Point di Medan, namun tentu saja menurut saya Grand Indonesia dan Center Point lebih lengkap dan besar dibandingkan dengan Hartono Mall. Akhirnya kami mengakhiri jalan-jalan kami di Hartono Mall dengan makan Crepes. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Malioboro.

Gua Maria di kompleks Gereja St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, 09 November 2016, 10.30 WIB

Sesampainya di Jalan Malioboro, kami mampir di angkringan yang ada di sana. Kami makan nasi gudeg yang mana rasanya tidak seenak yang kami makan di Sentra Gudeg beberapa hari lalu. Kami membeli nasi gudeg tersebut seharga Rp 15.000. Bagi saya harga Rp 15.000 tidak murah-murah banget juga. Di Batam dengan harga segitu saya masih bisa membeli makanan dengan kualitas yang lebih baik dan porsi yang lebih sepadan. Saat itu, saya membeli baju batik untuk tidur yang banyak dijual di sana dengan harga Rp 50.000/3 pcs. Akhirnya saya membeli 9 pcs seharga Rp 150.000. Setelah itu, saya juga membeli kantong yang terbuat dari kain yang saya rencanakan digunakan untuk membawa oleh-oleh dan belanjaan selama perjalanan saya.

Mie Ayam di Lippo Mall, 09 November 2016, 12.00 WIB

Jalan sedikit lagi, kami membeli topi di sana seharga Rp 50.000/2 pcs, untuk saya dan teman saya.

Bagi saya untuk baju batik tidur dan topi yang kami beli, harganya cukup murah. Mungkin tidak bisa saya dapatkan di Batam. Setelah berbelanja, kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Bersantai di Jogjakarta

Hari ke-6 kami berada di Jogjakarta adalah hari terakhir bagi teman saya. Dia akan berangkat dari Jogjakarta ke Jakarta untuk bertemu dengan temannya pada siang hari. Hari itu, sekitar jam 11.00 WIB kami check-out dari Zest Hotel, teman saya langsung menuju Bandara Internasional Adi Sucipto dan saya menuju Hotel Pandanaran di Jalan Prawirotaman 38, Jogjakarta. Saya masih melanjutkan perjalanan saya di Jogjakarta esok hari.

Nasi Gudeg di angkringan Jalan Malioboro, 09 November 2016, 19.00 WIB

Setelah check-in, saya langsung menuju Ambarrukmo Plaza untuk menonton. Kala itu, saya langsung menonton 2 film untuk menghabiskan hari itu, yaitu Keeping Up With Joneses dan Hacksaw Ridge. Setelah menonton film Keeping Up With Joneses, saya makan dulu di Hoka-Hoka Bento di sana. Saya salah satu penggemar fast food yang memilih makanan Jepang sebagai signature dish mereka. Sayangnya, di Batam tidak ada Hoka-Hoka Bento sehingga setiap kali saya keluar kota, saya biasa menyempatkan diri untuk makan di sini. Setelah itu, saya lanjut nonton Hacksaw Ridge. Usai menonton, saya kembali lagi ke hotel untuk beristirahat karena hari sudah sore. Kemudian saya beristirahat untuk memulihkan energi, karena esok saya kembali akan melakukan tour lagi.

Sumber Foto: Koleksi pribadi, diambil dengan Kamera Samsung WB350 milik teman saya dan Kamera Belakang Iphone 6+.

 

Itinerary & Biaya Perjalanan: Ringkasan Itinerary & Biaya Perjalanan Jogjakarta 7D7N (5-11 November 2016)

Baca Juga:

[JOGJA TRIP – DAY 4 PART 2 – 08.11.2016] Lereng Gunung Merapi: Tragedi Yang Menyimpan Berjuta Keindahan

[JOGJA TRIP – DAY 7 PART 1 – 11.11.2016] Menimba Air Kehidupan dari Sang Bunda Penebus

Tips & Saran Jalan-Jalan di Jogjakarta

Tempat-Tempat Wisata di Jogjakarta

TRAVEL as MUCH, as FAR, as LONG as YOU CAN. LIFE’s not MEANT to be LIVED in ONE PLACE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *