[JOGJA TRIP – DAY 4 PART 2 – 08.11.2016] Lereng Gunung Merapi: Tragedi Yang Menyimpan Berjuta Keindahan

Berpose di dekat Bunker Kaliadem, Lereng Gunung Merapi, 08 November 2016, 14.00 WIB

Tour ini mengajak kita untuk mengelilingi lereng Gunung Merapi. Setelah berjalan sekitar 15 menit, kita akan sampai pada suatu desa yang saat ini sudah dijadikan museum kenangan letusan Gunung Merapi pada 5 November 2010, bernama Museum Mini Sisa Hartaku. Museum tersebut dulunya adalah rumah warga yang saat ini diisi benda-benda warga yang terkena letusan Gunung Merapi. Kami turun untuk melihat-lihat dan mengambil beberapa foto di sana.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kami ke suatu tempat dimana terdapat batu besar, diameternya sekitar 1,5 meter. Apa yang istimewa dari batu besar ini? Ya, batu besar ini awalnya berasal dari dalam kawah Gunung Merapi yang kemudian terbawa arus lava hingga sejauh 7 km. Luar Biasa. Lagi-lagi, wawasan baru nan sederhana yang mungkin tidak kita ketahui bila kita tidak traveling. Di sana kami melihat-lihat suasana dan berfoto-foto.

Batu yang terbawa dari kawah Gunung Merapi sejauh 7 km, 08 November 2016, 14.30 WIB

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan lagi menuju suatu tempat yang disebut Bunker Kaliadem. Setelah sebelumnya berhenti di beberapa spot yang bagus untuk mengabadikan gambar. Di Bunker Kaliadem inilah biasanya orang menyelamatkan diri jika ada tanda-tanda Gunung Merapi akan meletus. Kisah supir yang membawa jeep dalam tour kami, bahwa sebelum letusan Gunung Merapi pada 2010, biasanya yang terjadi bukanlah letusan yang mengeluarkan lava, namun hanyalah sebatas adanya awan panas.

Kenangan erupsi Gunung Merapi, 08 November 2016, 14.30 WIB

Maka, pada masa itu, ketika awan panas akan datang, orang yang berada di sana akan bersembunyi di dalam Bunker Kaliadem ini. Hingga pada tahun 2010, seseorang yang ada di sana dan mengetahui pertanda letusan Gunung Merapi masuk ke dalam bunker tersebut. Namun, yang terjadi bukanlah awan panas, melainkan lava yang keluar dari kawah Gunung Merapi. Pada akhirnya, orang tersebut tewas di dalam karena hawa panas dari lava tersebut mencapai suhu 1.000 derajat celcius. Ketika jenazah orang tersebut dievakuasi pun masih terasa hangat. Sebuah tragedi yang memilukan hati. Tapi seperti judul tulisan ini, pemandangan yang disuguhkan di sini, sungguh membuat saya sadar betul dengan apa yang biasa orang sebut dengan dibalik sebuah kejadian pasti ada hikmahnya. Jutaan keindahan yang disuguhkan di sini dapat menghasilkan rupiah bagi orang-orang di sini.

Berpose dengan jeep di lereng Gunung Merapi, 08 November 2016, 15.00 WIB

Di lereng Gunung Merapi masih ada beberapa rumah warga yang tidak mau direlokasi, namun sebagian besar dari mereka sudah direlokasi ke tempat yang aman, dimana apabila Gunung Merapi kembali meletus, mereka aman dari santapan lava. Usai mengabadikan momen di Bunker Kaliadem, kami melanjutkan tour kami dengan melewati genangan air dengan kecepatan jeep yang ditambahkan. Kegiatan yang seru dan cukup membuat kami yang mengantuk karena cuaca yang dingin kembali segar.

Bunker Kaliadem, 08 November 2016, 15.00 WIB

Setelah itu, kami kembali ke pos. Kemudian kami diantar untuk membeli oleh-oleh di Bakpia Pathok 25, saya sangat merekomendasikan bakpia ini untuk Anda yang mau membeli oleh-oleh di Jogjakarta. Setelah saya memesan, kemudian saya minta agar barang pesanan saya diantar ke hotel tempat saya menginap. Setelah itu, kami kembali lagi ke hotel. Dengan berakhirnya tour kami hari ini, berakhir jugalah tour 3 hari kami bersama Nagan Tour. Malam harinya kami tidak kemana-mana lagi, hanya makan malam Nasi Ayam Goreng Kampung di dekat hotel dan kemudian beristirahat.

Sumber Foto: Koleksi pribadi, diambil dengan Kamera Belakang Iphone 6+.

 

Itinerary & Biaya Perjalanan: Ringkasan Itinerary & Biaya Perjalanan Jogjakarta 7D7N (5-11 November 2016)

Baca Juga:

[JOGJA TRIP – DAY 4 PART 1 – 08.11.2016] Batik Jogja: Wawasan Baru, Salut!

[JOGJA TRIP – DAY 5 & 6 – 09-10.11.2016] Menikmati Libur & Bertemu Teman Lama. Ahh, That’s My Day!

Tips & Saran Jalan-Jalan di Jogjakarta

Tempat-Tempat Wisata di Jogjakarta

TRAVEL as MUCH, as FAR, as LONG as YOU CAN. LIFE’s not MEANT to be LIVED in ONE PLACE.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *