[JOGJA TRIP – DAY 1 – 05.11.2016] Jogjakarta: Ramah, Santai, Ekonomis & Selalu Ku Rindukan

Counter Check-In Bandara Hang Nadim, Batam, 05 November 2016

Goodbye Batam

Sabtu, 05 November 2016, sekitar jam 13.30 WIB, saya sudah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, dimana saya akan berangkat ke Jogjakarta pada jam 15.00 WIB. Seperti terlihat pada gambar di atas, kondisi Bandara Hang Nadim tidak seperti biasanya, bisa dibilang sangat ramai pengunjung padahal belum sampai pada musim liburan. Beruntung saya tiba lebih awal dan saya sudah melakukan online check-in sebelumnya. Saya menghabiskan waktu sekitar 45 menit hanya untuk memasukkan bagasi.

Di belakang saya ada seorang Porter Bandara yang sedang membantu calon penumpang untuk memasukkan bagasi dan check-in, menurut beliau, baru saja ada pertemuan para tenaga medis seluruh Indonesia di Batam dan pada hari itu, mereka kembali ke tempat asalnya masing-masing. Terjawab sudah rasa heran saya sejak awal menginjakkan kaki di Bandara tadi. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Selesai dengan proses yang melelahkan itu, saya menuju Ruang Tunggu Bandara. Hanya beberapa menit sebelum saat boarding tiba, pengumuman delay terdengar. Pesawat akan diberangkatkan pada jam 15.50 WIB. Masih tersisa waktu sekitar 1 jam, saya gunakan untuk keliling Bandara saja, kondisi AC Bandara saat itu sangat dingin bagi saya, ntah kenapa? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Singkat cerita, tibalah saatnya saya boarding, masuk pesawat menggunakan garbarata. Pesawat Lion Air JT-278 yang akan membawa saya ke Jogjakarta akhirnya lepas landas sekitar jam 16.15 WIB. Penerbangan berjalan lancar, tidak terjadi turbulensi, berdasarkan informasi yang diumumkan, perjalanan akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Seperti biasa, dalam pesawat saya hanya akan melakukan 3 hal saja, menonton film, mendengar lagu atau TIDUR. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Dari dalam Lion Air JT-278, 05 November 2016, 17.30 WIB

Karena perjalanan yang cukup lama, maka saya sempat melakukan ketiga hal tersebut, namun tentu saja tidak sekaligus. Hehehe. Sekitar setengah jam sebelum mendarat, saya sudah terbangun dari tidur saya karena adanya suara dari kokpit pesawat. Saya sempatkan untuk mengambil gambar di atas. Lumayan juga. 😊😊😊

Hello & Welcome Jogjakarta!

Sekitar pukul 18.15 WIB, pesawat mendarat di Bandara Internasional Adi Sucipto, Jogjakarta dengan kondisi lumayan, tidak terlalu kasar, namun juga tidak halus. Setelah bersiap-siap mengambil barang bawaan kabin, sekitar jam 18.30 WIB saya tiba di tempat pengambilan bagasi. Tempat pengambilan bagasi di Bandara Internasional Adi Sucipto sangat tidak memadai. Ketika itu, pesawat yang mendarat dari 3 kota dijadikan 1. Cukup membuat jengkel juga, sudah delay, perjalanan 2 jam di pesawat, ditambah harus menunggu bagasi yang cukup lama. Alhasil, pukul 19.00 WIB, bagasi saya baru keluar.

Segera setelah itu, saya langsung keluar Bandara dan mencari taksi. Saran saya bagi Anda yang mau traveling ke Jogjakarta dan tidak dijemput, setelah keluar Bandara, lurus saja menuju tempat drop-off penumpang untuk mencari/menunggu taksi berargo di sana. Dalam perjalanan keluar menuju tempat drop-off akan banyak sekali perusahaan-perusahaan penyedia jasa layanan taksi yang akan menawarkan jasa mereka, saya tidak tau pasti, namun sepertinya mereka taksi tidak berargo, mobilnya juga mobil pribadi seperti Avanza atau Innova.

Ketika itu, saya tidak tau, maka saya menggunakan jasa taksi tidak berargo tersebut. Saya menggunakan jasa taksi Sakha Rent Car saat itu, nama supirnya Bapak Santoso (saya lihat dari kartu namanya). Harga taksi dari Bandara Internasional Adisucipto menuju Hotel adalah Rp 100.000 ketika itu. Sebagai informasi, taksi yang tidak berargo akan memberitahu harga sebelum kita menggunakan jasanya, dan kita bisa melakukan tawar menawar. Kalau tidak salah, ketika itu Bapak Santoso buka dengan harga Rp 150.000 dan saya tawar hingga Rp 100.000. Saya menginap di Hotel Indoluxe di Jl. Palagan Tentara Pelajar, No. 106 Ngaglik, Sleman, Jogjakarta. Saat itu hari Sabtu, perjalanan dari Bandara ke Hotel saya tempuh dalam waktu sekitar 45 menit, karena jarak tempuh yang lumayan jauh (estimasi dari aplikasi Waze adalah 30 menit), ditambah dengan macet malam minggu.

Rooftop Hotel Indoluxe, Jogjakarta, 06 November 2016, 07.00 WIB

Dalam judul tulisan ini, saya meletakkan kata “Ramah” pada urutan pertama. Kenapa?

Ya, karena memang warga Jogjakarta amat sangat ramah. Saat saya di dalam taksi, Bapak Santoso sangat ramah menjamu saya di dalam mobilnya. Selama 45 menit, beliau tidak habis bercerita, mulai tentang dirinya sendiri, keluarganya, juga pastinya tentang Jogjakarta.

Sampai 15 menit sebelum tiba di Hotel, jujur saja saya sudah lelah diajak bicara nonstop sehingga saya lebih banyak mengiyakan ajakan bicaranya. Saya bukanlah tipe orang yang suka bicara, apalagi bicara terus menerus selama 45 menit. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Kemewahan & Kesederhanaan Hotel Indoluxe Jogjakarta

Saya traveling ke Jogjakarta bersama seorang teman, kami memutuskan menginap di Hotel Indoluxe 1 malam saja, karena rate yang lumayan tinggi, ketika itu saya dapat sekitar 600.000-an dari Agoda. Namun, dengan rate yang demikian, saya pribadi tidak kecewa dari segi fasilitas, pelayanan, dan kondisi kamar. Semuanya hampir sempurna disajikan, tanpa ada cacat yang cukup berarti.

Malam itu, kami mencoba untuk makan buffet di Nirvana Pool & Lounge di rooftopΒ Hotel Indoluxe seharga Rp 125.000, disajikan makanan prasmanan, BBQ, dan dessert yang cukup variatif. Dari segi rasa, menurut saya, sedang-sedang saja. Namun, dengan suasana rooftop yang asik dan adanya live music, harga segitu cukup worth it bagi saya.

Penampilan Home Band Nirvana Pool & Lounge, Rooftop Hotel Indoluxe, Jogjakarta, berduet dengan teman saya

Malam itu, saya habiskan hari saya di Jogjakarta dengan menikmati makan malam saya bersama dengan teman saya di Nirvana Pool & LoungeΒ diΒ rooftop Hotel Indoluxe beserta dengan suasana santai dan live music-nya.

Keesokan harinya, kami membeli sarapan di depan Hotel, Soto Ayam seharga Rp 7.000, cukup murah bagi saya, apalagi jika dibandingkan dengan harga Soto Ayam di Batam.

Dari segi rasa dan isi juga tidak mengecewakan. Isinya variatif, ada bihun, ayam, tahu, kol, dan sayuran. Ditambah tempe goreng seharga Rp 500, dimana juga masih murah dan tidak bisa didapatkan di Batam. Inilah kesan ekonomis yang bisa saya dapatkan di Jogjakarta.

Soto Ayam di depan Hotel Indoluxe, Jogjakarta
Tempe Goreng di depan Hotel Indoluxe, Jogjakarta

Setelah itu, kami bersiap-siap untuk melakukan tour kami dengan menggunakan Nagan Tour. Cerita tentang perjalanan saya dari tanggal 6-11 November 2016 di Jogjakarta akan saya lanjutkan dalam tulisan-tulisan lainnya.

Selama kurang lebih seminggu saya di Jogjakarta, kesan santai juga saya dapatkan dari kondisi lingkungan Jogjakarta, gaya bicara warga yang amat santun, lalu lintas yang tidak hiruk pikuk seperti yang sering saya temui di Jakarta atau Medan.

Juga ditambah dengan kesan Ramah dan Ekonomis yang sudah saya dapatkan sejak awal menginjakkan kaki di Jogjakarta. Hal-hal sederhana seperti inilah yang kemudian membuat saya amat merindukan Jogjakarta dan berasa ingin kembali ke sana. Bahkan, dalam perbincangan santai dengan teman saya, terbesit pula keinginan untuk tinggal di sana saja.

Jogja Oh Jogja, I Missed You Already.

Sumber Foto: Koleksi pribadi, diambil dengan Kamera Belakang Iphone 6+.

 

Itinerary & Biaya Perjalanan: Ringkasan Itinerary & Biaya Perjalanan Jogjakarta 7D7N (5-11 November 2016)

Baca Juga:

[JOGJA TRIP – DAY 2 PART 1 – 06.11.2016] WisataΒ Kalibiru, Jogjakarta: Magnificent View and Experience

Fakta, Tips & Saran Jalan-Jalan di Jogjakarta

Tempat-Tempat Wisata di Jogjakarta

TRAVEL as MUCH, as FAR, as LONG as YOU CAN. LIFE’s not MEANT to be LIVED in ONE PLACE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *